Kurma Makanan Utama Saat Ramadhan

Kenapa Kurma Jadi Makanan Utama Saat Ramadhan? Ini Alasannya

Setiap bulan suci Ramadhan, kurma hampir selalu hadir di meja berbuka puasa umat Muslim di seluruh dunia. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki dasar agama, sejarah, serta penjelasan ilmiah yang kuat. Lalu, kenapa kurma jadi makanan utama saat Ramadhan? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Sunnah Rasulullah SAW

Kurma memiliki kedudukan istimewa dalam Islam karena dianjurkan oleh Muhammad SAW. Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa beliau berbuka puasa dengan kurma sebelum melaksanakan salat Maghrib. Jika tidak ada kurma, beliau berbuka dengan air.

Anjuran ini menjadikan kurma sebagai makanan sunnah yang penuh keberkahan. Mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah.

2. Sumber Energi Instan yang Dibutuhkan Tubuh

Setelah berpuasa sekitar 12–14 jam, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah. Kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang mudah diserap tubuh sehingga mampu mengembalikan energi dengan cepat.

Kandungan karbohidrat sederhana dalam kurma membuatnya menjadi pilihan ideal untuk berbuka puasa. Tidak heran jika kurma sering disebut sebagai “energi instan alami” saat Ramadhan.

3. Kaya Serat dan Baik untuk Pencernaan

Selain gula alami, kurma juga kaya serat. Serat membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit yang sering terjadi saat pola makan berubah selama Ramadhan.

Dengan mengonsumsi kurma saat berbuka, lambung tidak langsung menerima makanan berat. Kurma membantu sistem pencernaan beradaptasi secara perlahan sebelum menerima hidangan utama.

4. Mengandung Vitamin dan Mineral Penting

Kurma mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin B kompleks. Kalium berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh, sedangkan magnesium membantu fungsi otot dan saraf.

Kandungan antioksidan dalam kurma juga membantu melawan radikal bebas dan menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.

5. Tradisi yang Mengakar di Dunia Islam

Secara historis, kurma telah menjadi makanan pokok masyarakat Timur Tengah sejak ribuan tahun lalu. Pohon kurma tumbuh subur di wilayah gurun seperti Arab Saudi dan sekitarnya. Karena mudah didapat dan tahan lama, kurma menjadi pilihan praktis untuk berbuka puasa.

Seiring penyebaran Islam ke berbagai belahan dunia, tradisi berbuka dengan kurma pun ikut menyebar dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadhan.

6. Memberi Rasa Kenyang Lebih Lama

Serat dan kandungan nutrisi dalam kurma membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini sangat bermanfaat agar tubuh tidak “kaget” setelah seharian berpuasa. Mengonsumsi 3 butir kurma saat berbuka sudah cukup membantu menstabilkan energi sebelum makan besar.

Kesimpulan

Kurma menjadi makanan utama saat Ramadhan bukan tanpa alasan. Selain karena mengikuti sunnah Muhammad SAW, kurma juga terbukti secara ilmiah mampu mengembalikan energi, menjaga pencernaan, serta memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh setelah berpuasa.

Jadi, jika Anda bertanya kenapa kurma selalu identik dengan Ramadhan, jawabannya adalah perpaduan antara nilai spiritual, sejarah, dan manfaat kesehatan. Tak heran jika setiap Ramadhan, permintaan kurma selalu meningkat dan menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa.

Dengan segala keistimewaannya, sudahkah Anda menyiapkan kurma terbaik untuk menyambut Ramadhan tahun ini?